Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaika Ya Rasulullah
Teman-teman
yang dirahmati oleh Allah…
Bagaimana
kabarnya? Alhamdulillah baik kan? Begitupun dengan penulis, alhamdulillah
memiliki kabar yang tak kalah baik. Teman-teman singkat saja akhir-akhir ini keboomingan dunia semakin keras. Mulai
dari konflik antar negara maupun inter negara begitupun konflik di bumi yang
kita pijak sekarang, yaitu Indonesia.
Masalah banyak
yang timbul mulai dari ekonomi, pendidikan, soasil dan pemerintahan. Konflik
saling tuding sana sini. Meraka tidak malu melakukan di depan media, di depan
rakyat-rakyatnya. Anggapan mereka itu adalah hal yang sangat lumrah dan sah-sah
saja dilakukan. Moral sudah tidak lagi, jika dahulu 10 tahun silam bangsa indonesia
dikenal dengan sebutan bangsa yang berbudi luhur, gotong royong dan
berpancasila, sayangnya sekarang semua itu sudah tidak jelas keberadaanya.
Memang tidak
heran bukan, jika sekarang ini kita semua mulai individualis, kalau kata orang
Jakarta ‘elo-elo gua-gua’ urusan kita masing-masing. Aku mau memperkaya diri ya
tolong kasih jalan, kamu kena imbasnya ya itu adalah konsekuensinya. Jika
seingat penulis waktu pelajaran PKN masa SD, bangsa ini adalah bangasa yang
bergotong royong, saling memperhatikan satu sama lain, dan berempaty. Saling
mengolok-ngolok dan ketahuan orang lain maka akan malu, memiliki musuh saja
berjuang untuk meminta maaf, namun sekarang aneh bukan jika hal seperti itu
menjadi terbalik.
Orang miskin di
negeri ini kian menumpuk, permasalahan kian masuk ke tulang sendi kehidupan,
namun orang-orang yang hidup dinegeri ini, sama sekali tidak sadar akan hal
itu. Pejabat yang sibuk dengan aksi tuding menuding, aksi berebut kursi
pemerintahan, aksi berebut kekuasaan. Mahasiswa yang sibuk dengan kuliah dan
kegiatan yang tidak jelas, kegiatan yang semata-mata hanya untuk mengeksiskan
dirinya sendiri, berangkat pagi pulang petang dengan alas an merencanakan suatu
kegiatan tapi aneh kegiatan mereka sama sekali bukan kegiatan yang
berprikemanusiaan. Pelajar SD-SMP sampai SMA yang kian merajalela perilakunya,
lumrah jika jaman sekarang anak SD juga sudah ‘mama-papa-an. Lucu sekali kan,
menggelitik dan tiada habisnya….bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar