Kamis, 07 Mei 2015

Part 1


Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaika Ya Rasulullah

Teman-teman yang dirahmati oleh Allah…
Bagaimana kabarnya? Alhamdulillah baik kan? Begitupun dengan penulis, alhamdulillah memiliki kabar yang tak kalah baik. Teman-teman singkat saja akhir-akhir ini keboomingan dunia semakin keras. Mulai dari konflik antar negara maupun inter negara begitupun konflik di bumi yang kita pijak sekarang, yaitu Indonesia.
Masalah banyak yang timbul mulai dari ekonomi, pendidikan, soasil dan pemerintahan. Konflik saling tuding sana sini. Meraka tidak malu melakukan di depan media, di depan rakyat-rakyatnya. Anggapan mereka itu adalah hal yang sangat lumrah dan sah-sah saja dilakukan. Moral sudah tidak lagi, jika dahulu 10 tahun silam bangsa indonesia dikenal dengan sebutan bangsa yang berbudi luhur, gotong royong dan berpancasila, sayangnya sekarang semua itu sudah tidak jelas keberadaanya.
Memang tidak heran bukan, jika sekarang ini kita semua mulai individualis, kalau kata orang Jakarta ‘elo-elo gua-gua’ urusan kita masing-masing. Aku mau memperkaya diri ya tolong kasih jalan, kamu kena imbasnya ya itu adalah konsekuensinya. Jika seingat penulis waktu pelajaran PKN masa SD, bangsa ini adalah bangasa yang bergotong royong, saling memperhatikan satu sama lain, dan berempaty. Saling mengolok-ngolok dan ketahuan orang lain maka akan malu, memiliki musuh saja berjuang untuk meminta maaf, namun sekarang aneh bukan jika hal seperti itu menjadi terbalik.
Orang miskin di negeri ini kian menumpuk, permasalahan kian masuk ke tulang sendi kehidupan, namun orang-orang yang hidup dinegeri ini, sama sekali tidak sadar akan hal itu. Pejabat yang sibuk dengan aksi tuding menuding, aksi berebut kursi pemerintahan, aksi berebut kekuasaan. Mahasiswa yang sibuk dengan kuliah dan kegiatan yang tidak jelas, kegiatan yang semata-mata hanya untuk mengeksiskan dirinya sendiri, berangkat pagi pulang petang dengan alas an merencanakan suatu kegiatan tapi aneh kegiatan mereka sama sekali bukan kegiatan yang berprikemanusiaan. Pelajar SD-SMP sampai SMA yang kian merajalela perilakunya, lumrah jika jaman sekarang anak SD juga sudah ‘mama-papa-an. Lucu sekali kan, menggelitik dan tiada habisnya….bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar